Teya Salat

Nubuat-nubuat Dalam Alkitab.

Menurut kamus, ada tiga arti utama
kata "bernubuat": pertama,
pekerjaan seorang nabi; kedua,
perkataan seorang nabi yang
diilhami; ketiga, pernyataan tentang
sesuatu yang akan terjadi.
Pembahasan kita saat ini terbatas
pada nubuatan sebagai perkiraan
akan masa depan. Penilaian yang
adil atas nubuatan Alkitab
menuntut suatu standar yang kuat
untuk menguji nubuatan yang
benar, penghargaan terhadap
beragamnya kehidupan dan
pekerjaan para nabi Alkitab,
pengakuan akan banyaknya
nubuatan Alkitab, dan contoh
nubuatan yang terperinci dengan
penggenapan yang terperinci pula.
1. Standar yang Teguh untuk
Menguji Kebenaran Nubuatan
Alkitab menetapkan suatu standar
yang tegas dan tidak mengenal
kompromi untuk menguji
kesahihan setiap nubuatan:
penggenapan yang terjadi di masa
depan harus setara dengan
nubuatan.
Alkitab mengajukan suatu
pertanyaan negatif: Bagaimanakah
kami mengetahui perkataan yang
tidak dijinnankan Tuhan? Jawaban
Alkitab memberikan ujian yang
paling sukar: apabila seorang nabi
berkata demi nama TUHAN dan
perkataannya itu tidak terjadi dan
tidak sampai, maka itulah
perkataan yang tidak difirmankan
TUHAN, dengan terlalu berani nabi
itu telah mengatakannva, maka
janganlah gentar kepadanva (Ul.
18:21-22)
Tidak ada ujian nubuatan yang lebih
sulit atau lebih daripada ujian yang
diajukan Alkitab ini. Ujian Alkitab
tidak memungkinkan kompromi
sama sekali. Penggenapan hams
sesuai dengan perkiraannya dalam
hal waktu, tempat, orang, dan
bahkan rincian keadaan. Tidak ada
evaluasi lain dengan standar yang
lebih tinggi atau ujian yang lebih
pasti. Alkitab menempatkan setiap
nabi dan nubuatannya di bawah
tuntutan kesahihan yang tidak
mengenal kompromi ini.
2. Keberagaman Nabi Alkitab
Meskipun Perjanjian Lama
menyebutkan sebuah "sekolah
nabi", Allah menggunakan berbagai
macam orang, yang tidak selalu
menjalani pelatihan khusus, untuk
melayani sebagai nabi Alkitab.
Nabi-nabi yang tulisannya
diabadikan sebagai bagian dari
Perjanjian Lama, latar belakang
budaya dan pendidikan yang sangat
beragam. Tak ada yang menyatakan
dirinya telah menjalani pelatihan
bernubuat. Penelitian yang
saksama menunjukkan bahwa satu-
satunya persamaan manusiawi di
antara para nabi itu adalah bahwa
mereka dipanggil oleh Allah.
Pertimbangkan Samuel yang saleh,
Yesaya yang seperti bangsawan,
Amos yang berasal dari pedesaan,
Daniel yang adalah seorang
negarawan, Yeremia yang meratap.
Hosea yang berduka cita. Masing-
masing nabi sangat berbeda dari
nabi lainnya. Tidak ada seorang pun
yang pernah mendapat pelatihan
khusus untuk menjadi nabi. Mereka
masing-masing hanyalah orang-
orang yang mau menanggapi
panggilan Allah.
Kalau nabinya berbeda,
nubuatannya berbeda pula: akan
tetapi, tidak ada nubuatan mereka
yang bertentangan. Semuanya
secara progresif menyingkapkan
rencana dan program Allah bagi
sejarah manusia melalui seorang
juru bicara yang dipanggil dan
diilhami oleh Allah. Nubuat
memberikan contoh unik lain
tentang kesatuan di dalam
keragaman.
3. Jumlah Nubuatan Alkitab
Jumlah nubuatan Alkitab telah
memikat perhatian para sarjana. Dr.
J. Barton Payne mencatat dan
menerbitkan hasil studi yang
mendalam tentang nubuatan
Alkitab. Dia menyimpulkan bahwa
dari 31.124 ayat Alkitab, 8.352 di
antaranya mengandung nubuatan.
Tidak ada buku lain, baik yang
rohani maupun yang sekuler, yang
menandingi rekor Alkitab untuk
banyaknya jumlah nubuatan ini.
Ada 28,5% Perjanjian Lama dan
21,5% Perjanjian Baru yang
mengandung nubuatan. Dengan
menghitung pengulangan nubuatan
dalam kitab-kitab Alkitab yang
berbeda, Dr. Payne menemukan
1.817 nubuatan. Berdasarkan hal
ini, Alkitab menguji kesahihannya
sendiri sebanyak hampir dua ribu
kali dengan standar Alkitab yang
tegas tentang penilaian kesahihan
nubuatan. Tidak ada buku lain, baik
rohani maupun sekuler, yang dapat
membuktikan ketepatan
nubuatannya bila harus
menghadapi ujian kesahihan yang
ditetapkan Alkitab ini.
4. Contoh-Contoh Nubuatan Alkitab
dan Penggenapannya
Kita mulai dengan
mempertimbangkan nubuatan
Alkitab yang penggenapannya
terdapat dalam catatan sejarah di
luar Alkitab. Yehezkiel 26:3-5,7
menyatakan penghancuran Tirus
sebagai berikut: "... oleh sebab itu
beginilah Firman Tuhan Allah: Lihat,
Aku menjadi lawanmu, hai Tirus.
Aku akan menyuruh bangkit banyak
bangsa melawan engkau, seperti
lautan menimbulkan gelombang-
gelombangnya. Mereka akan
memusnahkan tembok-tembok
Tirus dan meruntuhkan menara-
menaranya, debu tanahnya akan
Kubuang sampai bersih dari
padanva dan akan Kujadikan dia
gunung batu yang gundul. la akan
menjadi penjemuran pukat di
tengah lautan,...Aku membawa dari
utara raja Nebudkadnezar, raja
Babel, raja segala raja untuk
melawan Tirus..."
Pada abad keenam sebelum
Masehi, Nebukadnezar
menghancurkan sebagian kota tua
Tirus, bagian daratan utamanya.
Kemudian tahun 332 sebelum
Masehi, Aleksander Agung
membuang reruntuhannya ke
Mediterania untuk membuat
lintasan yang ditinggikan melewati
rawa-rawa sehingga tentaranya
dapat menghancurkan kota pulau
yang tersisa sehingga melengkapi
penggenapan nubuatan tersebut
secara terperinci.
Ketika Yeremia melihat bangsanya
dibawa ke dalam pembuangan,
Allah memberi ilham kepadanya
dengan menjanjikan bahwa
pembuangan itu akan berakhir
dalam tujuh puluh tahun. Yeremia
bernubuat dengan mengatakan,
Sebab beginilah firman TUHAN:
"Apabila telah genap tujuh puluh
tahun bagi Babel, barulah Aku
memperhatikan kamu. Aku akan
menepati janji-Ku itu kepadamu
dengan mengembalikan kamu ke
tempat ini. Sebab Aku ini
mengetahui rancangan-rancangan
apa yang ada pada-Ku mengenai
kamu," demikianlah firman TUHAN
(Yeremia 29:10-11). Apa yang
dijanjikan nubuatan ini tergenapi
secara tepat sampai ke tanggalnya.
Ketika murid-murid Yesus
menunjuk kepada batu-batu besar
di Yerusalem, Tuhan bernubuat,
dengan mengatakan, "Kamu
melihat semuanya itu? Aku berkata
kepadamu, sesungguhnya tidak
satu batu pun di sini akan dibiarkan
terletak di atas batu yang lain;
semuanya akan
diruntuhkan" (Matius 24:2). Pada
tahun 70 Jenderal Romawi Titus dan
pasukannya menggenapi dengan
sempuma nubuatan Yesus itu.
Dalam contoh-contoh itu, nubuatan
Alkitab telah digenapi dalam
sejarah.
Tiga contoh nubuatan dan
penggenapannya, diambil dari
rangkaian penggenapan
mengagumkan yang disampaikan
oleh Dr. Payne, menunjukkan
bahwa penggenapan secara tepat
membedakan nubuatan Alkitab dari
semua tulisan nubuatan lainnya.
Apa yang diramalkan para nabi
Alkitab digenapi secara persis
sama.
Tidak ada tulisan lain – baik sekuler
maupun rohani – yang sebanding
dengan Alkitab dalam jumlah
nubuatannya yang digenapi pada
masa depan. Sejarah telah
membuktikan ratusan nubuatan
Alkitab, dan bahkan lebih penting
lagi, tidak ada satu pun yang
bertentangan. Alkitab itu unik di
antara semua karya sastra dalam
nubuatan yang dinyatakannya dan
digenapi dengan tepat.
The Chain-Reference Bible (Alkitab
Acuan-Berantai) menggunakan hasil
studi Alkitab selama tiga puluh
tahun yang dilakukan oleh Dr. Frank
Charles Thompson. Sistem
pendalaman Alkitab yang
monumental ini antara lain
menyajikan daftar tiga puluh
delapan nubuatan Perjanjian Lama
dan penggenapannya dalam
Perjanjian Baru tentang pelayanan
Yesus di dunia. Ratusan tahun
memisahkan nubuatan tersebut
dengan penggenapanpya. Sebagai
contoh, pertimbangkanlah tujuh
nubuatan khusus ini:
1. Tempat kelahiran Yesus, Mikha
5:2.
2. Waktu kelahiran Yesus, Daniel
9:25.
3. Penolakan orang Yahudi, Yesaya
53:3.
4. Disalib bersama dengan orang-
orang yang berdosa, Yesaya 53:12.
5. Tangan dan kaki-Nya dipaku,
Mazmur 22:17.
6. Tulang-Nya tidak ada yang patah,
Mazmur 34:21.
7. Kebangkitan, Mazmur 16:10.
Tidak hanya contoh-contoh ini.
tetapi seluruh nubuatan yang lain
pun digenapi dengan tepat
sehingga Yesus dapat mengajarkan
kepada murid-murid-Nya. "inilah
perkataan-Ku. yang telah Kukatakan
kevadamu ketika Aku masih
bersama-sama dengan kamu, vakni
bahwa harus digenapi semua yang
ada tertulis tentang Aku dalam
kitab Taurat Musa dan kitab nabi-
nabi dan kitab Mazmur " (Lukas
24:44).
Karena Yesus menggenapi dengan
sempurna nubuatan Perjanjian
Lama dalam hal kelahiran.
kehidupan, pelayanan, kematian
dan kebangkitan Mesias. Petrus.
Paulus dan Apolos dapat
menggunakannva untuk
membuktikan kepada para
pendengarnya bahwa Yesus adalah
benar-benar Mesias itu. Dalam
sepaniang sejarah manusia. tidak
ada satu pun kehidupan sese orang
yang cocok dengan nubuatan para
nabi selain kehidupan Yesus. Pada
kenyataannya. ahli statistik modern
menyatakan bahvva angka
kemungkinan seseorang hidup
sesuai dengan nubuatan tersebut
adalah amat-sangat kecil. Hanya
Yesus yang telah menggenapinya.
Catatan kehidupan Yesus
menggenapi nubuatan para nabi
Alkitab secara tepat. Dua ribu tahun
setelah Yesus menggenapi
nubuatan-nubuatan ini, orang
Kristen masa kini dapat
menggunakan nubuatan yang sama
dan penggenapan yang dilakukan
Yesus untuk membuktikan bahwa
Dia adalah Mesias. Tidak ada orang
lain yang telah meniru atau dapat
meniru Yesus dalam menggenapi
nubuatan.
Orang-orang skeptis secara sia-sia
mencoba mendiskreditkan
keakuratan nubuatan Alkitab. Setiap
tuduhan justru semakin
menegaskan keakuratan Alkitab
sesuai dengan standar tegas yang
ditetapkan oleh Alkitab sendih.
Dalam dua ribu tahun tidak ada
buku lain. baik sekuler maupun
rohani, yang sebanding dengan
Alkitab dalam hal jumlah dan
penggenapan nubuatan.
Penilaian yang adil mengajukan
pertanyaan. "Bagaimana ketepatan
nubuatan Alkitab yang unik dapat
dijelaskan tanpa menerima
pernyataan bahwa Alkitab adalah
Firman Allah?" Kebetulan yang tidak
disengaja tidak mungkin
melahirkan sekian banyak nubuatan
besena penggenapannya. Satu-
satunya penjelasan yang masuk
akal untuk ketepatan nubuatan
Alkitab adalah bahwa Alkitab
memang seperti dinyatakannya:
Firman Allah.
Ketepatan nubuatan Alkitab tidak
dapat dijelaskan secara lain karena
nubuatan Alkitab benar-benar
memenuhi syarat dan
menunjukkan kesahihan Alkitab.
Fakta tentang nubuatan yang unik
dalam Alkitab memungkinkan Dr.
WA. Criswell menegaskan secara
berani. "Bila orang berpikiran adil
dan terbuka, tidak mungkin ia
membaca nubuatan di Perjanjian
Lama dan memperhatikan berbagai
lambang dan simbol ibadah orang
Yahudi tanpa melihat bahwa
semuanya diilhamkan oleh Tuhan
di surga dan dicatat berdasarkan
tuntunan Roh Kudus."
Tidak ada cendekiawan yang kritis,
filsuf yang humanis atau ilmuwan
yang materialis yang dapat
mengajukan alternatif yang bisa
diterima dan masuk akal!

Back to posts